Sunday, February 14, 2010

Cinta Ibarat Menunggu Bus Di persimpangan Jalan

Mungkin agak bingung membaca judul dari post ini :p
Tapi setelah membaca, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua. So keep read till the end :)

 ~ ~ ~
Coba kamu bayangkan, kamu berada di sebuah persimpangan jalan untuk menunggu sebuah bus...

Sebuah bus datang, dan kamu bilang di dalam hatimu, "Wah...terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bus berikutnya saja"

Kemudian, bus berikutnya datang. Kamu melihatnya dan kembali berkata di dalam hati, "Aduh busnya kurang asik nih dan butut lagi... nggak mau ah.."

Bus selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.

Bus keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, aku bisa kepanasan". Maka kamu membiarkan bus keempat pergi..

Waktu terus berlalu, kamu mulai tersadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke tempat tujuanmu. Ketika bus kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bus. Jurusan dari bus tersebut tidak sama dengan tempat tujuanmu!

Dan kau tersadar lagi, telah menyiakan waktumu sekian lama..

~ ~ ~ ~

Pesan moral yang bisa kita dapatkan dari cerita ini, yaitu :

Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sesekali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. Lagipula kamu masih bisa berteriak "Kiri !" atau "STOP" dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju tempat tujuanmu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kau benar-benar menemukan bus yang kosong, kau sukai dan bisa kau percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kau dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bus tersebut di depanmu. Untuk dia memberi kesempatan kamu masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.


Lalu, bus seperti apa yang kau tunggu? Tanyakan dari dalam lubuk hatimu :)


cheers :)
~Indah Prihandini~