Saturday, December 31, 2011

Save Water, Save Life On Our Beloved Earth!



Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai hal terkait judul, mari kita tonton sejenak sebuah film pendek, karya Emy Rosalina berikut ini:



Setelah kita tonton film di atas semakin kita menyadari air adalah "alasan" yang membuat kita hidup dan merupakan elemen terpenting di dunia ini. Zaman dahulu kala, di masa bumi masih menampung sepersekian dari manusia yang ada sekarang, air dan sumber air begitu "hijau". Namun lihatlah kini, seringnya dijadikan kambing hitam dari berbagai kerusakan alam namun sayangnya kita tidak pernah memikirkan secara konkrit bagaimana cara mengatasinya. Mungkin karena sudah terlalu banyak manusia yang acuh dengan lingkungannya. Ditambah dengan adanya perubahan iklim global yang dirasa sangat ekstrim memberikan dampak terhadap lingkungan terutama berkenaan dengan permasalahan kelangkaan air.


Friday, December 30, 2011

Mangkokata: Learn to let go


Mangkokata: Learn to let go: “ Aku pernah berharap begitu kuat, mencintai dengan begitu hebat. Lalu kemudian luka sedikit, hatiku pecah.” -- falafu Pernahkah...


Friday, December 16, 2011

Tengah Malam di Tengah Kota


Beberapa hari terakhir di KL, saya dengan 2 orang teman saya, Inda dan Maul, berjalan - jalan ke Sungai Wang, mall atau tempat perbelanjaan sekitar, dan akhirnya kami memutuskan untuk berfoto bersama dua menara raksasa di Negeri Jiran; Menara Petronas, Twin Tower, KLCC (Kuala Lumpur City Center). 

Selama perjalanan menuju menara kembar ini, suasana jalan raya yan gkami lewati padat merayap, sepertinya orang - orang baru pulang dari kesibukan di kantornya masing - masing, saat itu waktu menunjukkan pukul 10 malam. Dengan mata dan kaki yang sebenarnya lelah, kami menyelusuri jalan dengan penuh semangat. Meskipun jarak hotel kami dengan KLCC cukup menguras tenaga bila berjalan kaki, dengan taksi cukup 5 Ringgit, namun kami tetap memilih berjalan, walaupun hampir nyasar, hahaha!
Herannya, tidak ada rasa khawatir karena salah jalan untuk saya pribadi, saya pikir, kota ini kecil, dan satpam dimana - mana, jadi cukup gunakan bahasa Melayu atau  bahasa Inggris maka kamu akan mendapat petunjuk :p

Akhirnya kurang lebih tepat pukul 10 malam, Menara lagi terang - terangnya nyalahin lampu :D Dengan kamera (katanya) smartphone yang seadanya, ayo kita berfoto dengan mata pedes :D

Sampai sekitar pukul 00:00 kami berfoto dan menikmati kembang api nyasar, entah dari gedung mana yang mampir ke menara ini. Setelah itu kami kembali pulang berjalan kaki menuju hotel dengan mata yang semakin lengket.


KLCC, 1 Desember 2011 

Edited by Instagram (@alvirawidjaya) :D





Follow my blog with Bloglovin

Tuesday, November 22, 2011




Jika namamu yang tertulis di Lauhul Mahfudz untuk diriku, niscaya rasa cinta ini akan Allah tanamkan dalam diri kita . . .

Tugas pertamaku bukan mencari dirimu tetapi men-sholehah-kan diriku . . .

Wahai seseorang yang telah tertulis di Lauhul mahfuz-ku, Imamku, dan ayah dari anak - anakku, engkau yang bersama perjalananku nanti, aku percaya kau sedang memperbaiki dirimu, memantaskan dirimu tuk menjadi imam untuk tulang rusukmu dan buah hatimu kelak :)



Tuesday, November 1, 2011

Matahari Dini Hari



Wah, pukul berapa ini, dalam hati seraya menengadah ke arah jam, dini hari, 
tapi mengapa ada matahari terbit, 
hangat sinarnya bersahutan, ditambah bunga - bunga bermekaran. 
Ah, mungkin hanya ilusi!

Selamat malam!




Follow my blog with Bloglovin

Sunday, October 30, 2011

Merah dan Jingga



Sungguh jingga ingin menerobos merah, agar kelak merah merasakan menjadi jingga, menjadi yang setelah, menjadi yang sesudah, bukan menjadi yang terdahulu, bukan menjadi yang terutama.

Namun tatkala merah terdahulu dari jingga, apa daya jingga mengelak, memang tak ada yang terelakkan. Jingga pasrah, bukan karena tak berdaya, bukan karena tak merasa, melainkan hanya ingin menerima apa yang telah tertuliskan.

Tidakkah Kau mau meminjamkan jingga penghapusMu? Rasanya, memang tak mampu jingga meramu. Lalu apa jingga harus selalu mengadu untuk sesuatu yang pasti sungguh sempurna Kau ramu?

Jingga tak perlu menjadi merah. Merah pun kan segan menjadi jingga. Toh, merah dan jingga berdampingan, layaknya a dan b dalam alfabet, 1 dan 2 dalam numerik. Iya, berdampingan tapi dalam kemendungan atau bahkan dalam kelamnya malam, hingga tak terlihat mereka bersenandung mesra bersama sambil saling mengaitkan tangan - tangan mereka ke udara. 


Jingga memikirkannya, bukan, bukan merah, melainkan biasnya, dalam kusutnya kepingan hari bak hampa dalam sekam..




Follow my blog with Bloglovin

Thursday, October 27, 2011



Dear blog,
I wanna share something, something that I've tried to describe, but I can't. So, do I have something to share?



Follow my blog with Bloglovin

27 Oktober 2011



Selamat Hari Blogger Nasional...|





Follow my blog with Bloglovin

Saturday, October 22, 2011

Dear man, Are You Creative Enough?



A to B : Dear sweety, this is "X" for you.
A to C : Dear hun, your so sweet like "X", this is for you.


So, What do you think? 




Follow my blog with Bloglovin

Sunday, October 2, 2011

Saturday, September 17, 2011

Dilemma Quote





I had found myself a new mission - and once more my recurring dilemma between corporate commercial needs and personal scientific ambitions was solved unexpectedly. 

-James W. Black- 



Thursday, September 15, 2011

perempuansore: New York


perempuansore: New York: Seperti lirik dan melodi. Saling mengisi dan melengkapi. Membentuk komposisi yang klop—pas di hati. Membuat setiap orang yang mendengarkan...



Tuesday, September 13, 2011

It's Still 'THE MOMENT'


@indahprihandini bersama @bepe20 

Setiap manusia wajib hukumnya untuk mensyukuri segala momen yang terjadi setiap detik di dalam hidupnya. Namun dari sekian banyaknya hal yang terjadi di dalam hidup, pasti ada yang paling berkesan, atau mungkin ada yang menganggap semua momen itu berkesan? Terserah, toh anggapan itu tidak salah.
Mungkin saya agak basi membahas (lagi) pengalaman saya bertemu Bambang Pamungkas, The Living Legend of Indonesian Football Player. Karena sebelumnya saya sudah menulis artikel IP Meet BP.
Walaupun bukunya sudah berulang kali saya bolak - balik sebagai pengantar tidur, saya tetap terkesan ketika membuka lembar - lembar awal pada buku tersebut ada lebih dari satu kali nama saya tertera. Pertama, komentar saya tentang beliau saat masa - masa piala AFF 2010 lalu masuk ke dalam bukunya dan kedua, tulisan beliau yang spesial diperuntukan bagi orang - orang yang datang langsung pada saat acara peluncuran buku Bepe20 : Ketika Jemariku Menari, termasuk saya.

Sesampainya di rumah ketika itu, saya sibuk pamer di akun twitter saya tentang pengalaman saya ketemu beliau, he-he-he. Sesuatu yang baru akan ditanggapi oleh semua orang dengan kenorakan. Saya yakini itu. Namun yang membedakan kenorakkan seseorang dengan seseorang yang lainnya adalah tampak, tidak tampak, atau sengaja disembunyikan he-he-he. Tapi dengan catatan, saya tidak menyesali kenorakkan saya itu, karena banyak orang yang merasa kesal karena saya tidak mengajaknya untuk ikut serta dalam momen tersebut ha-ha-ha-ha.




Lalu, apa salah satu momen terbaik yang pernah Anda alami?


Let me tell thee, time is a very precious gift of God; so precious that it's only given to us moment by moment.  
-Amelia Barr -



Follow my blog with Bloglovin

Thursday, September 1, 2011

Debu, Terbang, dan Lupakan!


Sebuah pemaksaan rasanya jika saya menulis sepuitis ini dan sebelumnya, namun cukup nikmatilah dentuman maknanya. Jika tak layak tuk dinikmati, anggap saja semua itu hanyalah debu yang tak berdentum dan sejenak kau berpaling lalu terbanglah mereka seiring kau melupakannya.



Follow my blog with Bloglovin

Wednesday, August 31, 2011

Teruntuk Seseorang dan Seseorang yang Lainnya



Teruntuk seseorang yang pertama,
lewat bulan demi bulan hingga akhirnya tak terasa sudah hampir beberapa tahun kupernah menjalin keintiman denganmu, namun itu dulu. Semenjak 'tragedi' itu, kita saling berjauhan, saling mengacuhkan walau dalam hati masih memikirkan apa maumu, apa yang ada di pikiranmu mendekatiku. Apa kau juga demikian? 
Kenaifan hingga ke-jaim-anmu memaksamu seakan menyesal mendekatiku, hingga akhirnya akupun kesal dan memuntahkan kembali duri ikan yang pernah mentah - mentah kutelan, bukan ke mukamu, tapi langsung ke dalam tenggorokanmu. Kau merah. Akupun tak kalah merah. Apa kau tahu kumenyesalinya? Karena memuntahkan duri itu sama saja kumembakar tenggorokanku. Kini kucoba untuk mencabut satu demi satu duri yang kutancapkan langsung ke tenggorokanmu, bahkan ada yang menembus ke arteri jantungmu. Walau maya kau awali segala, tapi sesal ini tak semaya dirimu :')

Teruntuk seseorang yang lainnya,
mungkin kau tahu itu dahulu, kini tidak. Nyatanya, kini dan dahulu sama saja. Sama - sama bisa membuatmu meneteskan air mata hanya karena aku, bila kau tahu yang sebenarnya. Perih rasanya. Aku memang bukan manusia perasa. Sungguh teganya. Aku tau suatu saat aku akan berada di posisimu, ya persis di titik tempat kau berdiri saat ini. Atau mungkin, tak ada salahnya jika mengeluarkan banjir serapah kepadaku. Maaf, walau satu kata itu tak bisa membayar balutan nanah di hatimu, aku percaya kau terlalu indah untuk tidak memaafkanku :')

Minal Aidin Walfaidzin
Dengan penuh peluh di hatiku menanggung segala dosa jiwa ini kepada kau, wahai seseorang dan seseorang yang lainnya.



Follow my blog with Bloglovin

Thursday, August 25, 2011

HAPPY BIRTHDAY MY PAW GIRL =;





 

Friday, August 5, 2011

Jatuh Cinta atau Kesandung Cinta?


Sesungguhnya
banyak orang yang mengaku jatuh cinta itu,
tidak jatuh cinta.

Mereka hanya tersandung cinta 
atau terhuyung karena tersenggol cinta, 
tapi mereka tidak betul-betul jatuh cinta.

Buktinya?

Banyak orang yang katanya mencintai kekasihnya, 
masih bisa berpaling cinta dan membagi hati.

Bukan keindahan dari cinta itu yang sekarang penting,
tapi apakah Anda jatuh cinta kepada orang yang setia?



 By : Mario Teguh




Follow my blog with Bloglovin

MERDEKAAAAAA!




Follow my blog with Bloglovin

Monday, August 1, 2011

(GoVlog - Umum) Haruskah Disebut Alay?

Masih sepak bola yang menjadi topik kali ini. Semenjak pertandingan Pra Piala Dunia kemarin, Indonesia VS Turkmenistan berhasil dimenangkan oleh Indonesia, postingan yang sudah lama dipikiran ini akhirnya dapat ter-publish juga.

Di postingan kali ini saya ingin membahas tentang kesukaan saya dan tentunya juga banyak orang di negara ini yaitu sepak bola, khususnya tentang kesukaan saya menonton pertandingan liga lokal.

Hingga kapanpun saya pesimis (seharusnya sih tidak boleh) semua orang Indonesia bisa bangga dengan semua pemain beserta klub sepak bolanya. Kenapa? Karena image yang telah terbentuk sejak dahulu, klub beserta supporter yang mendukung masing - masing kub terkesan norak atau kampungan. Ke-norak-an ini terkesan dari sikap fanatik setiap pendukung klub yang sudah memiliki ciri khas dan nama masing - masing.

Kalau kita membicarakan soal fanatik, teringat suatu pernyataan dari Bambang Pamungkas pada suatu wawancara di radio, beliau menyebutkan beberapa perbedaan dari sepak bola di Indonesia dengan di sebuah negara lain di Asia yang terkesan merupakan suatu kekurangan, yaitu fanatisme dari supporter. Kurangnya fanatisme dari seorang supporter memberikan efek suntikan support yang terasa dingin ketika pertandingan sepak bola berlangsung. Sekarang mari kita tengok supporter di negeri ini, tidak hanya pada sepak bola, tetapi di berbagai bidang olah raga lainnya, sungguh luar biasa bukan suntikan yang kita berikan pada atlet - atlet Indonesia?

Sangat disayangkan, masih banyak yang memandang sebelah mata klub - klub lokal Indonesia. Bahkan masih banyak yang lebih bangga tuh menonton pertandingan antar klub luar negeri. Padahal dengan kita mendukung pertandingan atau liga antar klub lokal sama saja dengan mendukung sepenuhnya perkembangan atau kemajuan sepak bola Indonesia.

Memang, terkadang kefanatikan dari segerombol supporter memberikan rasa ketidaknyamanan bagi orang lain. Misalnya, ketika pertandingan Persija masih bersarang di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kemacetan, kerusuhan, keonaran, dan lain sebagainya sulit dihindari, dan sayapun pernah merasa sangat tidak nyaman akan hal itu. Maka mereka pun dibilang alay, segerombolan pemuda - pemudi yang semau - maunya. Namun hey, lihat sekarang ini, supporter Indonesia semakin dewasa. Di setiap pertandingan lokal kini hampir tidak ada lagi hal - hal negatif yang tidak diinginkan terjadi. Kalaupun memang terjadi itu karena ada satu atau dua provokator yang niatnya bukan untuk menikmati pertandingan namun untuk memancing perpecahan.

Kecintaan seseorang terhadap suatu klub lokal masih dianggap sesuatu yang norak oleh sebagian orang jadi supporternya pun yang didukung tindakan - tindakan yang terkesan alay saat memberi dukungan akan dibungkus menjadi satu kata yaitu ALAY.
Oke, kembali pada judul, jadi haruskah dibilang alay? Semua orang memliki pendapat dan pandangannya masing - masing. Tapi untuk saya pribadi, seperti yang sudah diutarakan di atas, mendukung pertandingan antar klub di Indonesia merupakan suatu dukungan kita untuk kemajuan persepakbolaan Tanah Air. Ke-alay-an dan kefanatikan dari supporter dibutuhkan untuk memberikan suntikan semangat bagi para pejuang lapangan hijau untuk mem-booming-kan Indonesia di kancah Internasional. Semoga persepakbolaan dan supporter Indonesia semakin dewasa


Gambar dari http://suporter.info








Follow my blog with Bloglovin

Tuesday, July 26, 2011

Lomba Penulisan Ide Cerita Film Anti Korupsi



Transparancy International Indonesia mengundang insan kreatif untuk bergabung dalam Lomba Penulisan Ide Cerita Film yang nantinya akan di diadaptasi menjadi 4 buah film pendek.

KETENTUAN UMUM : (www.Indonesiabersih.org)
  • Lomba dibuka untuk dua kategori ;
    1. Umum
    2. Pelajar/Mahasiswa [usia 15 – 25 tahun]
  •  Orisinil atau cerita belum pernah di publikasikan di media manapun.
  • Ditulis sepanjang 3 s/d 6 halaman dengan spasi 1,5 dengan kertas A4.
  • Tulisan dilengkapi dengan profil singkat penulis.
  • Nama File disesuaikan dengan, Nama  Peserta_Judul Tulisan [Contoh; _Budiman_Melawan_Korupsi]
  • Cerita film dikirimkan melalui email clubindonesiabersih@gmail.com
  • Tanggal pengiriman naskah paling lambat 14 Agustus 2011
  • Seleksi akan dilakukan pada 15-16 Agustus 2011
  • Penjurian untuk 4 karya terbaik 18-19 Agustus 2011
  • Jadwal Voting akan dimulai pada tanggal 20 – 26 Agustus 2011 melalui Website www.Indonesiabersih.org


Informasi lengkap www.indonesiabersih.org, ikuti via twitter @bersihindonesia.  Bisa juga menghubungi sekretariat lomba 021-7208515.




Hey, I Miss These Moments :)

Saya (tengah) ketika berumur 4 tahun, dalam rangka memperingati Hati Kartini. Saya menerima piala juara ke - 2 loh 

Saya ketika berumur 5 tahun (juga) dengan genitnya berpose menggunakan high heels Mama saya, bergaya seperti sekretaris yang sedang menerima telepon dari klien 

 Saya bersama Mama, 5 tahun, ketika jalan - jalan ke Sea World  

 Kalau yang pertama tadi saya berpakaian daerah ketika berumur 4 tahun, yang merah meriah ini ketika saya berumur 5 tahun, sungguh make up yang DRAMATIS bukan?


Dua foto terakhir ini ketika saya berada di Salatiga , Jawa Tengah, di kampung halaman saya, Papa saya sebenarnya.
Seperti biasa saya yang berbaju merah dengan make up BIBIR yang DRAMATIS.
Yang di bawah ini foto bersama kakak saya, sedang memegang amplop dengan wajah yang girang, karena itu momen lebaran sehabis shalat Ied, menerima salam tempel dari Eyang




Follow my blog with Bloglovin

Friday, July 22, 2011

Babes in Toyland


Mungkin banyak yang tidak mengetahui, film apa ini!?

Pada awalnya, saya juga tidak pernah minat dengan film - film jadul seperti ini, tapi berkat keisengan saya karena tidak ada tontonan, saya memutuskan untuk menonton film ini di channel MGM. Ternyata film ini sangat menghibur dan tentunya ada pelajaran di dalamnya

Ada lagi hal - hal yang membuat saya excited dengan film ini, yaitu pemerannya! Drew Barrymore dan Keanu Reeves yang sebelumnya saya tahu tua-nya saja, ternyata seperti demikian lah wajah mudanya ketika memerankan salah satu tokoh di film ini. Selain itu, teknik kostum, tata rias, setting latar, dan segala pelengkapnya sudah seperti film lokal zaman sekarang! Padahal, film ini dirilis tahun 1986! Saya saja belum lahir .

Secara garis besar, begini cerita filmnya :
Lisa, seorang anak berumur 11 tahun, diperankan oleh Drew Barrymore tidak memiliki waktu untuk bermain bersama semua mainan - mainannya, dia terlalu sibuk mengurus adiknya dan memasak untuk ibunya. Selama badai salju malam Natal, Lisa melakukan perjalanan ke Toyland. dan tiba tepat pada waktunya untuk pernikahan pasangan berbeda usia, Maria dengan Barnaby Barnacle, meskipun fakta bahwa dia mencintai Jack yang tidak lain dan tidak bukan diperankan oleh seorang aktor kawakan bernama Keanu Reeves. Lisa mencoba untuk menghentikan pernikahan mengerikan itu, bersama-sama dengan teman barunya. Hal tersebut dikarenakan Lisa mengetahui niat buruk Barnaby ingin mengambil alih Toyland. Lisa, Maria, Jack, dan Georgie Porgie meminta bantuan Toymaster, tetapi ia tidak dapat membantu mereka selama Lisa tidak benar-benar percaya pada mainan atau mengabaikan mainan di masa anak - anaknya.

Ya, memang terlalau imajinatif sih film ini tapi di akhir cerita film ini, membuat saya berfikir semestinya film yang seperti ini diproduksi dan ditayangkan untuk anak - anak. Bukannya sinetron dan gadget - gadget yang membuat seorang anak remaja 5-15 tahun menjadi 2x lebih cepat dewasa (tua) dari semestinya.







Ini dia Drew Barrymore selagi memerankan tokoh Lisa :

Sang pria adalah Jack! Yup! He's Keanu Reeves! Menurut anda mirip tidak dengan Keanu masa sekarang?


Lisa bersama Toy Master :

Barnaby Barnacle :

Momen ketika Lisa dan Toy Master disandera oleh pasukan monster mata satu Barnaby Barnacle :

Anyway, ada yang lebih unyu lagi dari seorang Drew Barrymore, tapi ini bukan di film Babes in Toyland melainkan di film Irreconcilable Differences