Saturday, January 8, 2011

Antara Keyakinan, Kemampuan, Harapan, dan Kebutuhan


Dua bulan blog ini vakum dengan postingan yang seadanya -_- so poor!

Saya kembali, setelah beberapa waktu kemarin sibuk dengan berbagai aktivitas di perkuliahan dan organisasi. Haha, organisasi, kesannya saya seorang organisatoris yang tiap hari sepulang kuliah menghadiri atau mengadakan rapat dengan partner - partner saya dan mewujudkan civitas akademika yang lebih baik. Pengen ketawa bacanya. Saya cuma mahasiswi yang di sela - sela kegiatan perkuliahan, saya isi dengan menjadi seorang anggota BEM Jurusan. Iya! Cukup jurusan, ini saya jadikan hanya sebagai miniatur kehidupan yang sebenarnya di dunia kerja sana, jadi jurusan sedikit banyak mewakili.

Saya seorang mahasiswi farmasi, yang kata orang mata kuliahnya susah - susah, ya emang bener, tapi mengingat kegiatan organisasi saya selama sebelum kuliah mendorong saya untuk bis amengembangkan diri di masa - masa S1 ini. Setidaknya saya bisa belajar memanajemen emosi saya, menerima segala bentuk macam sifat partner kita, dan masih banyak segudang lainnya yang saya dapet dari BEMJ.

April 2011, BEMJ Farmasi diagendakan akan mengadakan sebuah acara besar, bisa dibilang acara paling besar. Dan untuk pemilihan ketua pelaksananya membutuhkan orang yang benar - benar mumpuni. Ketika itu, calon ketua Expo, biasa kami menyebutnya, dicalonkan berdasarkan pengajuan diri sendiri. Kalau ditanya mumpuni, saya berani jawab saya yakin saya mumpuni a.k.a mampu, mungkin kalau ada yang kenal saya dan membaca blog ini pasti ingin muntah, haha. Tapi apakah itu menjadi hal yang membuat saya ingin mengajukan diri sebagai ketua? Tentu tidak! Saya sadar selama saya bertugas menjadi seorang Menteri Divisi Sumber Daya Mahasiswa (Kemahasiswaan) banyak hal yang mudah menyulut emosi saya, dan saya benar - benar sadar akan hal itu. Manajemen emosi saya memang buruk. Dan alasan kedua yaitu saya teringat dengan ucapan teman saya, dia seorang oraganisatoris yang luar biasa menurut saya, "Janganlah kamu mengajukan diri sebagai ketua, melainkan ada yang mempercayai/mendukung kamu sebagia ketua" (Kalimat pastinya saya lupa, namun inti saya tangkap dari kalimat itu ya seperti ini, mungkin ada kesalahan, entahlah, yang jelas saya setuju dengan pernyataannya). Dua hal itulah yang akhirnya menyiutkan saya untuk mengacungkan tangan untuk menemani sahabat saya, Amalia Khairunnisa Alfirdousy, yang ketika itu menjadi orang pertama yang mencalonkan dirinya sebagai ketua Expo 2011.

Setelah beberapa menit, pemilihan kandidat terasa alot, akhirnya saat itu Ketua BEMJ, Dimas Agung Waskito Wijanarko dengan forum terntunya, memutuskan untuk memilih kandidat lainnya dengan diadakannya diskusi per divisi, per divisi mencalonkan satu nama untuk dijadikan kandidat. Singkat cerita, terpilihlah 3 kandidat ketua Expo 2011 yaitu Amalia, saya, dan Gian. Kenapa bisa saya? Saya mendapat kepercayaan dan dukungan dari sekretaris dan para staf ahli saya. Apakah saya senang? Senang itu manusiawi, tapi yang sebenarnya saya rasakan selain tanggung jawab untuk menggunakan kepercayaan teman  - teman saya kala itu adalah suasana 'dingin' yang tidak pernah saya harapkan. Entah, mungkin saya yang terlalu berlebihan, namun saya benar - benar merasakan hawa itu secara jelas. Bukannya saya menganggap enteng momen pemilihan tersebut, tapi saya hanya mencoba menikmati momen tersebut tentu a la saya. Dan rapat ketika itu diakhiri dengan pemberian tugas kepada kami, 3 kandidat ketua Expo 2011, yaitu membuat konsep Expo 2011 untuk dipresentasikan 2 hari setelah rapat ini.

Kenapa hanya 99%? 
"Karena saya yakin 1% yang tersisa adalah 1% absolut, yaitu takdir Tuhan yang menentukan perlu atau tidaknya saya menjadi seorang ketua."

Dua hari persiapan kami menyiapkan konsep Expo a la kami masing - masing. Apa yang saya siapkan? Saya menyiapkan konsep yang terbaik semaksimal saya! Ketika itu banyak yang memuji konsep saya sangat matang. Apa saya bangga? Ya, jujur. Tapi apakah saya sebenarnya berambisi untuk menjadi seorang ketua? TIDAK! Yang ada di pikiran saya adalah bagaimana konsep yang saya buat ini ada yang diterima dan atau dipertimbangkan oleh siapapun ketua yang terpilih nantinya. Namun, passion di dalam diri ini berubah menjadi 99% saya yakin untuk menjadi ketua Expo 2011 ketika bertubi - tubi pertanyaan untuk mengorek kompetensi dari para kandidat tersebut melayang berjatuhan menghujani otak saya. Saya stress atau grogi? Tidak. Bahkan kalau saya mengingat momen itu lagi, saya ingin menertawai diri saya sendiri, sepertinya saya sangat percaya diri dengan jawaban yang saya berikan dari setiap pertanyaan - pertanyaan yang diberikan forum kepada saya. Hehe. Kenapa hanya 99%? Karena saya yakin 1% adalah 1% absolut, yaitu takdir Tuhan yang menentukan perlu atau tidaknya saya menjadi seorang ketua. Tiba saat pemungutan suara, dan ya! Apakah Anda tahu apa yang ada di benak saya? Saya mengingat berbagai tanggung jawab untuk menjadi seorang tutorial les, iya, saya seorang guru les, Januari tenaga saya kembali dibutuhkan untuk hal ini, dan apa doa saya di dalam hati ketika situasi ini? Saya berdoa, "Ya Allah, Engkau yang maha mengetahui siapa yang mampu dan perlu menjadi ketua Expo ini, dan berikan keputusan yang terbaik, Amin."
Dan terjawab sudah, setelah pemungutan suara kemudian perhitungan suara, saya hanya selisih 2 suara dari ketua Expo 2011 terpilih, Amalia Khairunnisa Alfirdousy. Selamat Amel :)
"Tuhan tidak memberikan apa yang kamu inginkan, tetapi Tuhan memberikan apa yang kamu butuhkan."
Kelegaan mewarnai jiwa saya bahkan hingga dini hari ini, ketika saya menulis rangkaian kalimat yang sedang Anda baca ini. Karena apa? Karena tawaran untuk investasi ilmu bertambah, Alhamdulillah, dan saya semakin yakin bahwa yang saya butuhkan sebenarnya adalah pengembangan diri dan pengembangan diri tersebut bisa saya dapatkan bukan hanya ketika saya menjadi seorang ketua, tetapi juga ketika saya menjadi pemimpin, minimal menjadi pemimpin bagi diri saya sendiri.

Ketika keyakinan, kemampuan, dan harapan saya melebur menjadi satu dan bersenyawa menjadi sebuah kekuatan dan tekad yang teramat besar, selalu ingat bahwa ada 1 % keabsolutan Tuhan yang akan menentukan dan mengalahkan sebesar apapun kekuatan dan tekad yang terbentuk itu. (ip)

Sebelum saya mengakhiri tulisan untuk kali ini, saya ingin berterimakasih kepada semua yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya, dari mencalonkan hingga memberikan suaranya untuk saya, terlebih untuk sahabat saya juga, SNS yang memberikan support kepada saya. Mungkin yang saya butuhkan adalah mentaati jadwal kuliah secara konsisten, haha, terima kasih ya Allah, terima kasih semua! Sungguh momen ini tidak akan saya lupa sepanjang hidup saya, dan untuk BEM Farmasi UIN terima kasih telah meng-up-grading saya baik fisik maupun mental :)

-IP-