Thursday, April 21, 2011

IP Meet BP

Seperti biasa, setelah berbulan - bulan saya tinggalkan blog ini, sekarang saya kembali untuk meng-update suatu hal yang saya alami dan rasakan secara konkret (apasi -_-).

Siapa yang tidak tahu Bambang Pamungkas, pesepakbola yang lebih akrab dengan panggilan Bepe (@bepe20) :D
Rasanya seluruh rakyat di negeri ini tahu, dari yang muda, dewasa, hingga tua, tidak sedikit orang yang mengidolakannya atau bahkan menjadikannya seorang panutan. Begitupun dengan saya hehe.

Sudah lama tersiar kabar bahwa Bepe akan merilis sebuah buku yang ditulis oleh dirinya sendiri, dan saya pun dapat info dari seorang @yudie_oktav , Editor BOLA dan pendiri dari Syair.org, bahwa akan diselenggarakan book launching and signing : 
BEPE20:KETIKA JEMARIKU MENARI
Nah, akhirnya buku tersebut berhasil diluncurkan dengan super duper sukses, tepatnya di hari Sabtu, 16 April 2011 yang lalu.

Di hari tersebut saya kuliah hingga pukul 10. Jujur membuat pikiran tidak nyaman saat kuliah, dilematis antara mata kuliah favorit dengan acara yang paling ditunggu - tunggu. Selain itu, karena mengira buku yang tersedia di saat launching terbatas ~_~ 
Acara yang bertempat di Kantor Redaksi Bola, Palmerah, membuat saya dan Sivia cenat - cenut (halah!). Bagaimana tidak, waktu yang diberikan untuk penandatanganan buku terbatas dan saat pukul 11 kami masih berada di Pasar Jumat. Kami tidak mau, hadirnya kami disana hanya berbuah suatu kesia - siaan -__-
Tapi, Allah berkehendak lain :D Saya dan Sivia berhasil sampai di TKP dengan selamat pada pukul 11:45. Pada saat itu situasi di pintu masuk antrean cukup ramai tapi Alhamdulillah, kami berhasil mendapatkan tiket seharga buku, yaitu Rp 60.000,-. Saya mendapat nomor urut 158 dan 159 karena membeli dua buku dan Sivia mendapat nomor 160. That's a WOW, right?! Dalam waktu kurang lebih 45 menit sudah ada 160 orang yang mengantri dan dibelakang kamipun masih banyak yang mengantre. Sebelum nomer kami mendapat giliran untuk memasuki area book launching, walau diawali dengan keraguan dan rasa malu - malu kucing, akhirnya kami menyempatkan berfoto dengan mobil bernomor polisi B 20 P. Sebelum kami berfoto, orang lainpun terlihat malu - malu kucing, tapi setelah kami, banyak sekali orang berbondong - bondong berfoto, LOL!
"Terserah lah orang mau bilang gue norak!", sepertinya itu yang ada di benak masing - masing orang yang berfoto :))
Tapi rasanya mobil berplat nomor khas tersebut seperti memiliki unsur magis, hahaha. Siapapun yang lewat, pasti tidak henti memandangi mobil tersebut sampai jarak pandang mereka terhadap mobil itu habis :p





WOW! Super excited, dalam hati : "Ya Allah gak nyangka bisa ketemu seorang Bepe". Oke, mungkin saya memang norak, LOL! Pertama saya melihat seorang Bepe duduk di balik meja di depan antrean, lutut saya lemas HAHAHAHA. Ketika menonton aksinya di lapangan melalui layar kaca saja sudah terpancar kharismanya, dan ini LIVE! Saya lihat dengan mata kepala sendiri :p :p (Bener deh, gak lebay!)

Ya! Inilah giliran saya, saya memberikan 2 buku yang saya beli ke seorang Bapak tepat di sebelah Bepe. Ketika buku pertama :
Bepe : *Menandatangani buku*
Indah : *Panas dingin, sambil meratiin kumisnya (ini jujur loh :p )*
Bepe : "Ya, Siapa Bu namanya?" *menatap gw*
Indah : "WHAT?! Ibu?!" *dalem hati*. "Indah mas~"
Bepe : Oo Indah, To : Indah *nulis sambil ngomong*. "Ini Ibu Indah." *ngasih buku*
Indah : "Satu lagi mas~" 



Buku yang kedua untuk Kakak saya, dan setelah selesai untuk kedua buku, kami berfoto dulu :"> Tidak pernah bermimpi bisa bertemu dengan Bepe dan sekarang berfoto bersama, dan tidak lupa diakhiri dengan ucapan terima kasih dari saya, walaupun agak menyesal sampai lupa berjabat tangan -__- saking terpesonanya, HAHAHA!


Mungkin untuk para ahli pembaca ekspresi wajah, dapat melihat bahwa wajah saya penuh dengan rasa grogi. Ekspresinya lumayan aneh, HAHA, yasudahlah yang terpenting sudah berkesempatan berfoto :">
Melihat hasil foto, memang tidak salah juga saya dipanggil "ibu", karena baju yang saya kenakan layaknya ibu - ibu, LOL!
Selesai meminta tanda tangan, kami tidak langsung meninggalkan tempat acara, kami masih sibuk memandangi sosok seorang striker TimNas dan Persija yang sedang sibuk menandatangani buku demi buku hingga wawancara pers susulan.




Hasil penjualan buku ini 100% disumbangkan untuk saudara - saudara kita yang menderita HIV/AIDS dan kanker melalui Syair Untuk Sahabat dan Yayasan Pita Kuning. Oleh karena itu, di sana kami juga bertemu dengan Deasy Novianti yang juga aktif di Syair.

Sebelum saya meniggalkan tempat (lagi - lagi), saya sempat membaca satu artikel dan beberapa daftar komentar yang dikutip dari Twitter. Dan WOW! Tambah gila, karena dari sekian banyak komentar tentang seorang Bepe, komen saya nyelip! :D :D
Senang pastinya dan tidak menyangka. Komentar tersebut saya tweet tidak lama setelah AFF usai :)
Noraknya belum selesai, tidak bisa berfoto (lagi) dengan yang asli, clipboard-nya juga jadi, LOL









Jangan pernah berhenti bermimpi karena suatu saat mimpi kalian akan menjadi kenyataan! (Bepe20)
*And I am continuing my dream to meet you again, Man!