Saturday, December 31, 2011

Save Water, Save Life On Our Beloved Earth!



Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai hal terkait judul, mari kita tonton sejenak sebuah film pendek, karya Emy Rosalina berikut ini:



Setelah kita tonton film di atas semakin kita menyadari air adalah "alasan" yang membuat kita hidup dan merupakan elemen terpenting di dunia ini. Zaman dahulu kala, di masa bumi masih menampung sepersekian dari manusia yang ada sekarang, air dan sumber air begitu "hijau". Namun lihatlah kini, seringnya dijadikan kambing hitam dari berbagai kerusakan alam namun sayangnya kita tidak pernah memikirkan secara konkrit bagaimana cara mengatasinya. Mungkin karena sudah terlalu banyak manusia yang acuh dengan lingkungannya. Ditambah dengan adanya perubahan iklim global yang dirasa sangat ekstrim memberikan dampak terhadap lingkungan terutama berkenaan dengan permasalahan kelangkaan air.




Sebagaimana kita ketahui, perubahan iklim menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan musim hujan menjadi lebih pendek dengan intensitas curah hujan yang lebih besar. Perubahan iklim ini menyebabkan terjadinya pergeseran musim yang kemudian menyebabkan jadwal tanam menjadi mundur. Akibat mundurnya awal tanam akan menyebabkan terjadinya persaingan penggunaan air pada satu wilayah yaitu antara lokasi yang tepat jadwal tanamnya dengan lokasi yang terpaksa mundur masa tanamnya karena hujan yang terlambat datang. Kondisi ini menyebabkan peningkatan kebutuhan air pada saat yang sama menjadi meningkat. 

Berkurangnya kemampuan lahan dalam menyimpan air saat musim hujan memperburuk keadaan ini sehingga sumber air tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Persaingan penggunaan air oleh sektor di luar pertanian serta kurang diprioritaskannya penggunaan air waduk untuk pertanian menyebabkan terjadinya kelangkaan air dalam memenuhi kebutuhan usaha tani. Kelangkaan air yang terjadi jika tidak segera dicarikan solusi yang tepat akan menyebabkan kejadian yang sama terulang pada lokasi yang sama disetiap musim. Langkah strategis yang menjadi prioritas penangan yang dipilih adalah konservasi air.

Sebenarnya sudah banyak media cetak maupun elektronik yang menginformasikan topik semacam ini, namun tak ada salahnya sebagai seorang blogger, saya ingin membantu menginformasikan lagi mengenai  hal ini, yang merupakan permasalahan kita bersama dan  langkah konkrit untuk mengatasinya. 


Kita bisa merubah semua itu, asalkan kita mau bertindak dengan segera!



Konservasi air pada dasarnya adalah upaya memanen hujan ”Water harvesting”, dengan cara menampung air hujan dan limpasan dalam suatu wadah sebagai cadangan air di musim kemarau. Penampungan air pada musim hujan ini juga bermanfaat untuk mengurangi volume aliran permukaan, laju erosi, sehingga secara simultan dapat menurunkan laju degradasi lahan.

Menurut UU No. 4 Thn 1982 
Konservasi sumber daya alam adalah pengelolah sumber daya alam yang menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan bagi sumber daya terbarui menjamin kesinambungan untuk persediannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman.

Pemilihan kegiatan konservasi air sebagai prioritas penanganan antara lain disebabkan karena semakin seringnya terjadi bencana banjir dan kekeringan yang melanda lahan – lahan pertanian sebagai dampak perubahan iklim dan rusaknya DAS (Daerah Aliran Sungai). Kerusakan DAS (Daerah Aliran Sungai) menyebabkan kemampuan lahan menyimpan air menjadi berkurang sehingga air hujan yang jatuh tidak dapat ditahan oleh tanah dan langsung dialirkan kembali ke laut. Berkurangnya daya tampung (cathment area) tersebut menyebabkan banjir saat musim hujan dan sebaliknya terjadi kekeringan di musim kemarau. 

Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang melalui metode teknologi atau perilaku sosial. Tujuan konservasi air sendiri adalah untuk :
  1. Keseimbangan
    Untuk menjamin ketersediaan untuk generasi masa depan, pengurangan air segar dari sebuah ekosistem tidak akan melewati nilai penggantian alamiahnya.

  2. Penghematan energi 
    Pemompaan air, pengiriman, dan fasilitas pengolahan air limbah mengkonsumsi energi besar.

  3. Konservasi habitatPenggunaan air oleh manusia yang diminimalisir untuk membantu mengamankan simpanan sumber air bersih untuk habitat liar lokal dan penerimaan migrasi aliran air, termasuk usaha-usaha baru pembangunan waduk dan infrastruktur berbasis air lain (pemeliharaan yang lama).
  4. Pencegahan Banjir dan Kekeringan
    Banjir terjadi karena sungai dan saluran-saluran drainase lain tidak mampu menampung air hujan yang turun ke bumi. Penuhnya air permukaan pada sungai dan danau serta saluran drainase lain disebabkan karena air hujan itu tidak merembes ke bumi, melainkan mengalir menjadi air permukaan.

Pencegahan Kerusakan Bantaran Sungai


Sumber Gambar : http://sentanaonline.com/detail_news/main/867/1/21/02/2011/Kondisi-DAS-Ciliwung-Tercemar-Berat
Apa yang ada di benak anda ketika melihat gambar di atas? Pastilah pikiran tentang menyalahkan masyarakat yang membangun perumahan seperti demikian akan segera terbersit. Kerusakan lingkungan semakin diperparah dengan adanya tindakan masyarakat yang "nekat" membangun perumahan di bantaran sungai.

Kerusakan bantaran sungai dapat diakibatkan oleh pengikisan aliran air dan aktivitas manusia yaitu dengan pembuangan sampah, material dan pengurukan untuk melindungi tempat tinggal. Semua itu dapat kita cegah  dengan cara : 
  1. Melindungi bantaran sungai secara teknis dengan pembetonan dan secara vegetasi yaitu penanaman pada bantran sungai dengan pohon supaya tahan terhadap proses pengikisan.
  2. Melarang dan menindak kepada orang atau pihak yang menggunakan bantaran sungai untuk bangunan tempat tinggal; 
  3. Melarang kegiatan pembuangan sampah dan material sehingga menyebabkan kerusakan bantaran sungai.

Konservasi Sumber daya Air Bawah Tanah
Konservasi secara sederhana yang dapat diterapkan juga di rumah-rumah penduduk, yaitu adanya konservasi untuk air bawah tanah, yakni berupa lubang galian berupa sumur untuk menampung dan meresapkan air hujan. Sesuai dengan namanya air yang boleh masuk kedalam sumur resapan adalah air hujan yang disalurkan dari atap bangunan atau air hujan yang mengalir diatas permukaan tanah pada waktu hujan. Air dari kamar mandi, WC dan dapur tidak dimasukkan ke dalam sumur tersebut karena air tersebut merupakan limbah. Air dari WC harus dimasukkan ke dalam septic tank kedap air agar bakterinya tidak mencemari air tanah.

Manfaat sumur resapan air hujan terhadap lingkungan adalah untuk mengurangi angka imbangan air yaitu sebagai pemasok air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih guna menopang kehidupan, mengatasi intrusi air laut, memperbaiki mutu air tanah, mengatasi kekeringan di musim kemarau, menanggulangi banjir dimusim hujan, mengendalikan air yang mengakibatkan pengikisan humus tanah. Dengan terkendalinya erosi tanah, secara tidak langsung mengurangi sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sungai.

Sumur resapan air hujan sering disebut dengan istilah sumur biopori. Banyak sekali manfaat yang didapat jika lingkungan perumahan dapat mengaplikasikannya, selain cara membuatnya yang sebenarnya mudah, sumur biopori pun memberikan dampak yang berarti terhadap lingkungan.
  1. Mengubah sampah organik menjadi kompos.
  2. Memanfaatkan fauna tanah dan atau akar tanaman untuk membuat celah - celah di bawah tanah.
  3. Meningkatkan daya resapan air
  4. Mengurangi emisi gas rumah kaca
  5. Mengatasi masalah genangan air yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah, dan lain sebagainya.

Sketsa Penampang Lubang Resapan Biopori
Sumber gambar :  http://www.biopori.com/resapan_biopori.php 




Deplesi Sumber Daya Air
Deplesi adalah pengambilan sumber daya alam secara besar-besaran, yang biasanya demi memenuhi kebutuhan akan bahan mentah. Bagi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui deplesi berarti pengurasan sumber daya yang ada karena tidak ada penciptaan yang baru, sedangkan bagi sumber daya alam yang dapat pulih deplesi dapat diimbangi dengan dengan usaha konservasi.

Dengan meningkatnya kebutuhan air baik untuk keperluan industri, pertanian dan kebutuhan rumah tangga, pengambilan air tanah juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Konsekuensi yang ditimbulkan mulai dirasakan dalam bentuk penurunan tinggi permukaan air tanah yang pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan permukaan tanah sebagaimana yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Menurut Asdak (1995) peningkatan pengambilan air tanah yang tidak direncanakan dengan baik dan terutama tidak diikuti dengan usaha-usaha pencagaran air tanah yang memadai dapat mengakibatkan terjadinya degradasi dan deplesi sumber-sumber air tanah.

Kelangkaan air sungguh ironis dengan predikat Bumi sebagai “Planet Air” lantaran 70 persen permukaan bumi tertutup air. Namun, sebagian besar air di Bumi merupakan air asin dan hanya sekitar 2,5 persen saja yang berupa air tawar. Itu pun tidak sampai 1 persen yang bisa dikonsumsi, sedangkan sisanya merupakan air tanah yang dalam atau berupa es di daerah Kutub. Dengan keterbatasannya ini, sungguh keliru kalau orang mengeksploitasi air secara berlebih. Mereka memanfaatkan air seolah-olah air berlimpah dan merupakan “barang bebas”. Padahal semakin terbatas jumlahnya, berlakulah hukum ekonomi, bahwa air merupakan benda ekonomis.

Secara umum, pengelolaan air bersih di Indonesia masih terkendala pada beberapa hal. Antara lain distribusi pelayanan air yang tidak merata, polusi air, ketidakmampuan pemerintah memperluas jaringan irigasi bagi keperluan pertanian, sehingga salah satunya terjadi penurunan produksi padi, serta berkurangnya sediaan air bersih maupun air minum yang disebabkan berkurangnya daerah tangkapan air akibat alih fungsi lahan. Namun yang perlu kita sadari, bukan hanya tanggung jawab pemerintah untuk menuntaskan itu semua, saya, anda, dan semua masyarakat harus berpartisipasi dalam konservasi sumber daya air demi kehidupan bersama.



Penyediaan air bersih di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala yang kompleks, mulai dari penggunaan teknologi, anggaran, pencemaran, maupun sikap dari masyarakat yang acuh tak acuh. Pengelolaan air bersih ini berpacu dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat pesat serta perkembangan wilayah dan industri yang cepat. Masyarakat dan industri di perkotaan inilah yang termasuk boros air.

Tindak lanjut yang dirasa perlu dilakukan dalam proyek konservasi air dalam menanggulangi kelangkaan air sebagai upaya adaptasi perubahan iklim adalah menghitung tingkat emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas sektor pertanian serta menghitung reduksi gas rumah kaca dari upaya mitigasi dan adaptasi sektor pertanian sehingga segala upaya yang dilakukan akan lebih baik jika diketahui targetnya dengan jelas.

Sebagai seorang blogger dan tentunya manusia yang sama - sama membutuhkan air untuk hidup, kita dapat sama - sama saling mengingatkan dengan mengkampanyekan gerakan konservasi air dengan tulisan - tulisan semacam ini, poster, atau sekadar slogan - slogan yang dapat membangkitkan kesadaran kita bersama akan pentingnya sumber daya air demi kemaslahatan kita bersama.

Sedikit menengok ke belakang, berikut wujud peduli AQUA terhadap lingkungan hidup terutama air bagi masyarakat sebagai salah satu sumber kehidupan kita di bumi ini :









Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Blog Writing Competition : Konservasi Sumber Daya Air di Mata Blogger, yang diselenggarakan oleh AQUA dan Dagdigdug :

http://lestariairku.dagdigdug.com/





Follow my blog with Bloglovin